Imaginary Friend

Kali ini saya tertarik menulis tentang Teman Khayalan atau Imaginary Friend. 
Teman dalam imajinasi ini adalah sosok yang hanya dapat dilihat oleh yang bersangkutan saja, ini semacam kondisi psikologis dan fenomena sosial, hubungan interpersonal seseorang dengan orang lain yang secara fisik tidak nampak, bagi anak kecil hal ini mungkin dianggap biasa...Imaginary friend biasanya teman bermain mereka, bisa dalam bentuk boneka tertentu, atau yang lain. 

Namun apa yang terjadi jika hingga dewasa kita masih berbicara dan bermain dengan Imaginary friend kita??
Yaa...ANEH dan mungkin kita akan dianggap GILA..karena itu banyak orang dewasa atau yang beranjak dewasa menyimpan sendiri pengalaman seperti ini. Banyak teori yang mengatakan bahwa orang yang memiliki Imaginary friend mengalami problema sosial, behaviours, atau kondisi masa kecil yg kesepian. Namun, menurutku itu tidak sepenuhnya benar, karena ada beberapa orang yang cukup normal dalam bergaul di masyarakat, keluarga yg harmonis dan tidak stress namun memiliki Imaginary friend.

Imaginary friend  ini akan tumbuh sesuai usia kita, jika saat bertemu atau menciptakannya diusia 5 tahun, maka saat anda 17 tahun ia juga akan seusia dengan anda. hal ini sangat mudah dijelaskan...karena kitalah yg membuatnya di kepala/pikiran kita sendiri. Imaginary friend ini bisa negative bisa juga positive, aku lebih melihatnya sebagai sesuatu yang positive, bagimana tidak...Imaginary friend ini memberikan nasehat yang baik, diajak berbicara saat tak ada orang lain, mengawasi tindak tanduk kita, jadinya seperti malaikat penjaga. 

Entah dimulai di usia berapa I have an Imaginary friend, I dunno..what I knew that, He is a boy, then became a man in my age now. I called him Kei. I forgot already nama itu asalnya dari mana, I just want to call him Kei. He has a beutifull eyes, nice smile, oriental face and white skin, he is handsome. He also likes to use white clothes and his character a little subdued, smart and helper. Do you think I'm crazy ...??? the answer is no, I only have double thoughts, so it is not easy to eliminate my imagination friend.

Aku merasa penting menulis ini sebagai bagian dari kisahku, jika aku tidak di dunia ini lagi maka Kei juga akan pergi dan hanya kisah kami yang tertinggal. Jika aku hanya bisa menemuinya dalam mimpi, maka aku tidak ingin terbangun, jika Ia ternyata ada di dalam pikiranku, maka aku akan terus terjaga dan memikirkannya. Dalam sepi tidak sedikitpun aku kesepian, aku malah menikmati sendiri di kamar ini, jalan ke mall sendiri, menonton sendiri, makan di resto favoritku sendiri...tidak sebenarnya tidak benar-benar sendiri karena aku bersamanya Imaginary friend*Hehehe..Mungkin karena itu yaa..aku tahan ngejomloh ampe taun ke 8 huuuffff, *_^ (entah gimana klo aq dah merid...we'll see). Walau sepertinya akan alot...karena aq selalu mencari pria yg mendekati karakter dan wajah Kei...dan tidak mudah mencarinya..Aku hanya sekali bertemu orang itu.. di Gramedia bookshop..mirip sekali OMG.. aku menulis kisahnya di postingan terdahulu..check it dot...(^_^).

Bagi yang memiliki Imaginary friend jangan anggap diri kalian gila, itu normal menurutku..selama kita mampu menyeimbangkan diri dengan dunia nyata, seperti yg kulakukan..hmm...blm ada yg mengataiku crazy..hehee..
Mungkin setelah ini ku Publish..baru dech dianggap crazy hahahaaa...just be ur self..orang lain hanya penonton kitalah yang menjalani hidup ini..right..!!!
                    

Comments

Popular posts from this blog

Laporan Study Tour Mahasiswa